karena aku suka dengan kelinci maka dalam hari yang indah ini aku akan menuliskan cerita tentang kelinci dan kura kura.
pada suatu hari ada seekor kura-kura yang sedang berlari lalu datang lah seekor kelinci dan berkata:
’’Betapa lambatnya kamu,’’kata kelinci pada kura-kura. ‘’kamu sangat lambat. Saya tidak mengerti mengapa kamu tidak terganggu dengan gerakkan lambatmu.’’ Si kelinci tertawa mendengarleluconnya sendiri mengenai kura-kura.
’’Betapa lambatnya kamu,’’kata kelinci pada kura-kura. ‘’kamu sangat lambat. Saya tidak mengerti mengapa kamu tidak terganggu dengan gerakkan lambatmu.’’ Si kelinci tertawa mendengarleluconnya sendiri mengenai kura-kura.
lalu kura kura menjawab: "apakah kamu tidak melihat bahwa aku sedang berlari dan hampir sampai dirumahku"
kelinci menjawab:" apah kamu sedang berlari, tak kulihat kamu sedang berlari pun, bukankah rumahmu selalu kau bawa kemana mana" cakap si kelinci sambil tertawa terpingkal pingkal.
kura kura menjawab: iss sombongya dirimu hai kelinci. aku orang yang engkau anggap lamban ini akan menang jika berlomba lari denganmu" ( dengan perasaan agar marah sikura kura
kelinci berkata: haha haha, apa yang engkau katakan tadi tak mungkin terjadi sebelum gajah masuk kedalam lubang semut. haha haha
kura kura berkata: sombongnya engkau kelinci. mari kita tunjukkan siapa yang paling cepat larinya.
Lalu mereka mengundang temanya masing masing untuk melihat perlombaan itu dan akhirnya atas kesepakatan kura kura dan kelinci mereka memilih rubah sebagai wasit diantara mereka
Lalu mereka mengundang temanya masing masing untuk melihat perlombaan itu dan akhirnya atas kesepakatan kura kura dan kelinci mereka memilih rubah sebagai wasit diantara mereka
rubah yang menghitungmundur saat mulai perlombaan. ‘’Lima, empat, tiga, dua, satu, lari…’’ Dengan satu loncatan, si kelinci dengan cepat hilang dari pandangan mata. Si kura-kura melangkahkan kakinya perlahan-lahan, selangkah demi selangkah, sementara tatapan matanya terus bertuju pada jalan didepannya. Si kelinci berlari sepanjang jalan. Setiap kali melihat kerumunan penonton di pinggir jalan, ia membalikkan tubuhya danmelambaikan tangannya. Ia ingin mereka tau siapa yang paling cepat larinya. Jauh, jau dibelakangnya sikura-kura terus melangkah, selangkah demi selangkah, dengan lambatnya dan matanya yang terus menatap jalan di depannya. Tidak lama kemudian si kelinci tiba pada suatu tanda di jalan. Tanda itu menunjukkan, bahwa ia sudah berlari setengah jarak antara garisstartdanfinish.Ia pun tidak lagi melihat kura-kura.
Si kelinci berpikir, ‘’ Saya sudah jauh di depan dan si kura-kura sangat lambat, sehingga ia masihsangat jauh dibelakang. Perlu waktu lama bagi kura-kura untuk sampai disini. Saya kira saya dapat berbaring dulu di sini dan beristirahat sebentar dibawah sinar matahari yang sangat hangat. Masih banyak waktu untukmemenangkan pertandingan ini saat sayabangun nanti.’’
Sementara itu, si kura-kura terus merangkak perlahan-lahan tanpa berhenti. Ia terus bergerak. Waktu terus berlalu, si kelinci masih tertidur dengan lelapnya. Dengan perlahan-lahan dan mantap, si kura-kura meneruskan langkahnya tanpa beristirahat. Ia bergerakperlahan-lahan sepanjang jalan. Akhirnya si kura-kura melewati si kelinci yang masih tertidurdi tepi jalan. Si kelinci tertidur lelap, sehingga ia tidak mendengar saat si kura-kura melewatinya. Ketika kelinci terbangun ia terkaget celakalah aku bagaimana mungkin aku tertidur saat sedang bertanding. Si kelinci merenggangkan kakinya dan kembali ke jalan untuk melanjutkan perlombaan lari. Si kelinci berlari dan menaiki bukit. Kemudian ia melihat pemandangan yang menakjubkan. Di garis finish tampak sikura kura hampir sampai digaris finish dan akhirnya kelinci lari secepat kilat dan penonton bersorak " kelinci kura kura, kura kura kelinci, kelinci kura kura ayo cepat. lalu dengan kecepatan penuh kelinci berlari hingga menabrak kura kura di depanya hingga kura kura terpental kepohon dan kelinci akhirnya menang.
"aduh aduh sakitnya aku, aduh aduh sakit nya aku" rintihan kura kura
lalu teman teman kura kura berkata:" bagaimana keadaanmu kura-kura,oh tidaaak cangkangmu retak".
kura kura menjawab:" apah cangkangku retak lalu ia menangis terjadi jadi.
" janganlah engkau menangis wahai kura kura apa yang sudah terjadi tak dapat diulangi lagi, ibarat nasi telah menjadi bubur", jawab kelinci
lalu rubah yang menjadi wasit berkata:" hah dengarkan itu hai kura-kura janganlah engkau berbuat sesuatu terhadap apa yang engkau tidak sanggup untuk untuk memikulnya.
lalu sikelinci meminta maaf terhadap kura kura. sejak kejadian itu akhirnya cangkang kura-kura retak sampai hari ini dan keturunanya.
hikmah yang dapat kita ambil dari cerita ini adalah berpikir sebelum bertidak dan ukur kemampuan diri sendiri sebelum berbuat
cukup sekian ceritanya maaf bagi pembaca mungkin ceritanya agak berbeda dari yang biasa kalian dengar.

0 Comment to "Dongeng kelinci dan kura kura lucu tur mandan"
Post a Comment